Kamis, 14 Februari 2019

Biografi Dr. Zakir Naik


Biografi Dr. Zakir Naik
By: Nurul Hidayah

Nama lengkapnya adalah Zakir Abdul Karim Naik. Zakir lahir pada taggal 18 Oktober 1965 di Kota Mumbai, India. Ayahnya bernama Abdul Karim Naik, beliau sangat menekankan pendidikan. Sehingga tidak mengherankan jika Zakir naik menjadi  manusia yang lebih baik dan berkarakter. Pendidikan membuat kita menjadi manusia yang beradab, mampu berfikir, menganalisa, serta memutuskan juga berpengetahuan luas. Zakir memulai pendidikannya bersekolah di St. Piter's High School (ICSE) di kota kelahirannya Mumbai. Dia kemudian memasuki Kishinchand Chellaram College. Di sekolah tersebut dia mempelajari Ilmu kesehatan. Zakir Naik kemudian melanjutkan kuliahnya di University Of Mumbai, India, di jurusan Ilmu Kedokteran dan memperoleh gelar MBBS (Bachelor Of Medecine Bachelor Of Surgery) setelah itu dia bekerja sebagai dokter di kota Mumbai.

Pendidikan di dalam keluarga Zakir sangatlah penting, ayahnya sebagai contoh bagi Zakir. Ibunya adalah pengurus rumah tangga sekaligus mengasuh dan merawat Zakir secara langsung. Dengan modal karakter yang kokoh dan memadai, menghantarkan Zakir untuk mempuh lingkungan sekolah dan lingkungan sosial di tempat Zakir berada. Termasuk mempengaruhi dalam memandang sesuatu. Hal itulah yang mempengaruhi keputusannya untuk menjadi seorang da'i. Di tahun 1991 beliau mengambil keputusan untuk berhenti menjadi dokter medis, kemudian beralih menjadi pendakwah Islam. Keputusannya menjadi pendakwah juga terinspirasi oleh Muhammad Deedad beliau adalah seorang pendakwah Islam yang aktif selama 40 tahun lebih. Beliau adalah seorang cendikiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama. Dan beliaupun merupakan seorang pengarang, dosen, juga orator. Dan juga dikenal salah satu pembicara debat publik yang handal tentang agama Islam. Beliau tak lain juga sebagai guru Dr. Zakir Naik.

Selain faktor orang tua, kesuksesan Dr. Zakir Naik adalah sosok istri yang setia yang bernama Farhad Naik. Ia adalah istri yang  hebat, mendukung, memberikan semangat dan dorongan dalam meraih sukses. Seperti halnya pepatah mengatakan " Di balik kesuksesan suami, ada istri yang hebat". Mereka mencontoh Rasulullah SAW. yang selalu di dukung istrinya Khadijah RA. Dr Zakir Naik dan Farhat naik dikaruniai dua orang anak bernama Fariq Zakir Naik dan Rushda Naik.

Selain segudang prestasi dan kepiawaiannya, Dr. Zakir Naik dalam melakukan dakwahnya juga karena hafalannya  yang kuat tentang AL-Quran dan Hadist Al-Bukhari dan Muslim. Ia juga memiliki hafalan yang kuat terhadap kitab-kitab agama lain seperti Injil, Weda, Tripitaka, dan Bhagavad Gita.
Dengan Kitabullah Dr. Zakir Naik bisa mencerahkan dan mematahkan argumen audiens baik dari negaranya ataupun dari luar negeri.

 Surat kabar Indian Express, memasukkan nama Dr. Zakir Naik, ke dalam daftar '100 orang India terkuat 2009'  Beliau juga termasuk dalam daftar '10 guru spiritul terbaik India' dan beliau satu-satunya Muslim dalam daftar tersebut. Beliau juga merupakan presiden Islamic research Foundation dan juga pendiri  Peace TV, Peace TV Bangla, dan Peace TV Urdu. Kini Dr. Zakir Naik terus menyebarkan misi Islam, namanya terus bergema hingga booming di Indonesia.

#BiografiDr.ZakirNaik
#ReadingCallengeOdop
#OneDayOnePost
#Level2tantangan2

Sabtu, 09 Februari 2019

Resensi Buku


BUAH JATUH JAUH DARI POHON


Penulis: Prof. Dr. Zainuddin Maliki, M.Si
Desain: Rihad Humala
ISBN: 978-602-8217-96-5
Cetakan Pertama: September 2014
Hal: xxii, 206 hlm
Penerbit: Hikmah Press
                 Jl. Kertomenanggal lV/1
                         Surabaya
                Telp.031-8471412
                 Fax: 031-8420848
               Email: matan_pwm@yahoo.
                            com

Resensi buku BUAH JATUH JAUH DARI
                          POHON

Di zaman melinial ini, generasi muda kita khususnya, belajar dari peer group. Sebagian besar bukan lagi, dari guru atau orang tua. Sumber orientasi mereka, dibangun dari apa yang mereka peroleh dari teman sebayanya dan  dari lingkungan. 

Benar sekali pernyataan Kahlil Gibran: "Anakmu bukan anakmu. Dia adalah putra  putri kehidupan". Dan apakah pepatah Jawa "Kacang ora ninggalno lanjaran." atau "buah jatuh tidak jauh dari pohon." masih saja berlaku?

Pada saat ini sudah terjadi pergeseran orientasi, apalagi media semakin canggih. Anak-anak bisa mencari inspirasi dari orang-orang yang sukses yang mereka gandrungi.

Buku ini sangat menginspirasi bagi pembaca, karena syarat akan pencerahan dan  ghiroh untuk meraih kesuksesan di era milineal ini, tapi tetap dalam koridor , akhlaq dan budi pekerti yang mencerminkan intelektual bahkan spiritual yang kita imani.

Kelebihan buku ini adalah semua ulasan  karya beliau, selalu dibarengi dengan hudjah dan pendapat-pendat penulis ternama dunia seperti, Karl Marx, Rodney Stark, risetnya Kevin Phillips dan masih banyak lagi.

Kekurangan buku ini, biasa seputar typo.  Misal menulis multi-kulturl kadang ditulis multikulturan, juga menulis jumlah halamannya dalam keterangan ditulis 206 tapi isinya 203. Tapi ini hanyalah masalah kecil, yang tidak akan berpengaruh dalam karyanya.

* Allah mengingatkan, janganlah kecil hati, dan janganlah pesimis, sesungguhnya kalian memiliki potensi, jika engkau menjadi orang-orang beriman.

#ResensiBuku
#BuahJatuhJauhDariPohon
#TantanganLevel 1
#RCO
#ReadingCallengeOdop
#OneDayOnePost

           
                   

Selasa, 01 Januari 2019

Tak Akan Terlupakan

Oleh : Nurul Hidayah

Alhamdulillah

Rasa bahagia telah mengenalmu ODOP, meski usiaku yang sudah tidak lagi muda seperti teman-teman lain, aku menikmati dan berjuang terus agar aku bisa menyelesaikan tugas dan tantanganku dengan segala keterbatasanku.

Teman-temanku khususnya kelas Fiksi, tanpa terkecuali yang begitu ramah dan hangat. Walau hanya berteman di dunia maya, rasanya begitu dekat dan saling kerja sama dengan kompak. Seru dan lucu bila sudah bergabung dan berceloteh riang.

Terimakasih buat Pengurus ODOP Batch 6  Kelas Fiksi, semuanya tanpa kecuali juga buat Bintang Tamu yang telah berbagi Ilmunya dengan tulus dan sabar tak lupa special Mb Wiwid Nurwidayanti , MS Wijaya. Semoga Alloh membalas kesabaran, ketulusan dan kerja keras selama membimbingku. Mohon maaf  atas kesalahan dan keterbatasanku semoga ODOP semakin Berjaya. Aamiin
SELAMAT TAHUN BARU 2019 SEMOGA LEBIH BAIK SUCSES SELALU



#ODOP_6
#onedayonepost


Selasa, 04 Desember 2018

Hujan.



Oleh :Nurul  Hidayah


Aku disini

Diam menikmati

Cakrawala cerah

Di pinggiran pantai

Deru ombak berdeburan

Angin gunung semilir menerpa cemara

Rasa tentram damai mewarnai siang itu

Tiba-tiba mendung menjelma

Langit pun berubah warna

Aku menikmati bulirannya

Buliran rianai hujan

Dengan bahagia

 Di sana terlihat nelayan

Bersama perahunya

Ia pulang dengan raut wajah ceria

Hujan itu membawa keberkahan

Keberkahan bagi umat manusia







#Puisi
#KelasFiksi
#ODOP_6
#Onedayonepost


Senin, 03 Desember 2018

APA YANG DI KHAWATIRKAN?


Bak lautan manusia, hadirmu tulus demi Bangsa dan Negara. Dengan elok kau tunjukkan pada dunia. Itulah kau yang selalu setia pada Agama dan Negeri tercinta. Aku terharu melihatmu. Engkau begitu mempesona dan  sejuk di mataku. Kebersamaan yang begitu menakjubkan. Hadirmu tanpa syarat, kepedulianmu tanpa pamrih. Hanya Iman dan Doa untuk keselamatan Agama Bangsa dan Negara. Rahmatan Lil 'alamiin. Dahsyat dan mendunia.

#FlashFiction
#KelasFiksi
#ODOP_6
#OneDayOnePost

Minggu, 02 Desember 2018

HUKUMAN DUNIA



Oleh : Nurul Hidayah

Banyak orang menggunjing itu semua karena ulahmu yang tak sepantasnya kau lakukan. Sudah berapa hati kau lukai, sudah berapa orang kena pukulan beringasmu. Banyak ucapan sumpah serapah dari orang-orang yang kau sakiti menyeruak.
Istrimu cuma diam dan pasrah menerima perlakuanmu. Ibu yang Renta pun terbiasa dengan kata-katamu yang kasar dan gak aturan.
Malam itu sudah jadi garis takdirmu, berita celaka menimpamu hingga kau harus amputasi kehilangan kedua kakimu.



#FlashFiktion
#KelasFiksi
#ODOP_6
#onedayonepost

Sabtu, 01 Desember 2018

GELISAHKU



By : Nurul Hidayah

Hari itu ...
Gelisahku melanda jiwa
Begitu menyiksanya
Hingga kebuntuanku
Membuat sesak dadaku

Yaa Allah ...
Segala upaya tlah kucoba
Ku tepis segala prasangka
Ternyata aku tak kuasa
Kegelisahan tetap melanda jiwa

Hujan itu ...
Mengingatkan aku
Dalam hujan ada keberkahan
Aku mencoba berdoa
Agar aku bisa menyunting kedamaian jiwa

Malam itu ...
Aku bawa gelisahku
Diatas sajadah, aku mengadu
Aku baca dan terus ku baca Kalam-Mu
Air mataku deras sederas hujan malam itu
Tapi terus aku baca, aku fahami Firman-Mu

Rasa lega ...
Deraian air mata itu
Mengurangi sesak didadaku
Buncah hatiku reda
Bersama lantunan Kalam-Mu

#Puisi
#KelasFiksi
#ODP_6
#onedayonepost