Selasa, 19 Maret 2019

Tugas tantangan 3 Level 5


By:Nurul Hidayah

Alhamdulillah
4 Feruari 2019 RCO beatch 5 telah dimulai, walau dengan segala keterbatasan, aku berusaha keras untuk menyelesaika tugas, sekaligus tantangan yang diberikan PJ.  Dan dalam jangka waktu selama 45 hari, yang akan berakhir samapi 20 maret 2019.
RCO batch 5, terdiri dari 5 level dan tiap-tiap level PJ sudah memberikan ketentuan disetiap levelnya.

Buku yang harus dibaca
1. Buku bertema bebas
2. Buku Biografi
3. Buku Tokoh
4. Buku Berbahasa Asing
5. Buku Peraih Nobel.

Syukurlah satu-persatu semua tugas dan tantangan bisa kuselesaikan, apalagi teman-teman yang sudah membagikan ebook-nya, aku merasa terbantu sekali. Terimakasih buat teman-teman yang telah share ebooknya. Meski membaca ebook itu bagiku sangat berat, karena mata ini cepat lelah tapi karena demi memenuhi tugas dan tantangan RCO, aku harus sabar dan tekun untuk membaca halaman-demi halaman agar selesai pada waktunya.

Terimakasih aku ucapkan kedua PJ,  Lutfi Yulianto juga Sovia Triana Angruela. Sebagai manusia yang banyak kekurangan dan kesalahan aku Nurul Hidayah, minta maaf yang sebesar-besarnya. Dan semoga segala kebaikan PJ, tercatat sebagai amal baik dan Allah memberi balasan yang setimpal, Barakallah.
Semoga kedepan RCO lebih baik dan berkwalitas.

#Tantangan3
#Level5
#ReadingChallengeOdop
#RCO

Tantangan 2 Level 5



Kenapa aku memilih, novel L'Entranger karya Albert Camus?
Selain novel yang aku  baca ini, sudah memenuhi syarat sebagai peraih nobel, novel ini tidak terlalu tebal. Aku yakin novel pendek ini dapat membantu menyelesaikan tugas tantangan RCO level 5 kali ini.
L'Entranger, novel pendek berisikan 134 halaman. Aku percaya di sela-sela kesibukanku yang padat, satu-persatu tugas dan tantangan dapat terselesaikan dengan baik, dan aku berusaha semaksimal mungkin agar tepat waktu, sesuai peraturan yang ditentukan PJ RCO.

Kenapa buku itu pantas meraih nobel?

L'Entranger karya besar Albert Camus, novel ini pertama-tama terkenal sebagai perwujudan dari pemikiran Albert Camus, tentang filsafat absurd yang telah ditulisnya. Novel L'Entranger mengandung tema-tema kuat, secara konsisten. Ke "asing"an mendominasi keseluruhan cerita. Meursault, tokoh utamanya, terlihat asing disegala hal. Dia bukan hanya seorang asing Aljazair, tetapi juga asing dalam kebudayaan, tepatnya tata cara masyarakatnya, asing terhadap dunia, asing terhadap waktu bahkan asing pada dunianya sendiri.
Novel ini juga mengungkapkan keprihatinan Albert Camus, mengenai hukuman mati yang ia perjuangkan penghapusannya. Disamping pokok permasalahan itu, tentu saja novel ini merupakan satir yang telak pada kinerja pengadilan yang serba rutin dan serbatata-cara, tapi tak benar-benar melihat permasalahan kejahatan secara adil. Novel yang amat sensual ini memancarkan kejernihan. Dan kebulatan naratif dan narasi dalam kesederhanaan yang sangat memikat.

Novel L'Entranger, memperlihatkan kekuatan dan kebaharuannya dalam banyak hal, yang kesemuanya penting dalam sejarah kesusastraan Perancis, meskipun bentuknya yang diptik dan sangat klasik yang merupakan bentuk andalan dalam tradisi kepenulisan roman Perancis.

#Tantangan2
#Level5
#ReadingChallangeOdop
#RCO

Minggu, 10 Maret 2019

Rensensi Buku Alice's Adventures in Wonderland


Biografi Charles lutwidge Dodgson




Charles luwtwidge Dodgson atau yang lebih dikenal dengan nama pena Lewis Carroll adalah seorang penulis,ahli matematika dan logika, ia juga seorang pendeta anglikan dan ahli fotografi.

Carroll adalah seorang penulis yg unik, dia menggunakan kata-kata yang tidak ada dalam bahasa Inggris untuk ditulis dalam puisi maupun novelnya, Carroll membuat trend baru dalam dunia sastra dengan munculkan sebuah genre baru yang bernama "literary nonsense"

Carroll merupakan keturunan dari keluarga Angglikan yang memiliki darah Irlandia dalam garis keturunannya. Ibunya, Frances Jane lutwidge, menikah dengan Charles Dogson dan Carroll lahir di kota kecil Britania Raya, 27 Januari 1832. Seperti halnya ayahnya Carroll memiliki kelebihan dalam ilmu pengetahuan terutama matematika dan logika. Masa kecilnya dihabiskan dengan memperoleh pendidikan ayahnya, yang selain cerdas juga merupakan pendeta Angglikan di kota tempat mereka.

Carroll mempelajari matematika dan logika di Universitas Oxford hingga menjadi guru di kota tersebut. Pada tahun 1861, dia menjadi seorang diakon di gereja Katedral Kristus setelah menerima peran suci dan berkomitmen tidak menikah.

Pada tahun 1865 dia menerbitkan dongeng lengkap Alice Adventures in Wonderland yang di dalamnya terdapat ilustrasi hasil karya John Tennill pada tahun 1871, skuel dongeng tersebut diterbitkan dengan judul Berburu Snark (The Hunting of The Snark)
Dan dia juga menulis puisi panjang yang berjudul Trough the looking glass.

Nama pena: Lewis Carrol

Pekerjaan: Penulis, matematikawan, Pendeta Anglikan, foto grafer

Kebangsaan: Inggris

Aliran sastra: Dongeng, Cerita fantasi, puisi

Karya terkenal: Alice's Adventures in Wonderland, Trough the looking glass, The Hunting of The Snark, Jabberwocky


#readingchallangeodop
#tantangan 2
#Level 4
#onedayonepost

Kamis, 28 Februari 2019

Biodata





NURUL HIDAYAH. Lahir di Tulung Agung Jatim, Domisili sekarang di Trenggalek, Jatim. Hobby membaca dan menulis, belum punya karya buku yang diinginkan. Tp sudah berproses membuat novel. Mohon doanya dari teman-teman semua.
Keinginanya ingin menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama, mencari dan menebar kebaikan. Motto dalam hidup, mencari ilmu tak mengenal usia.



Selasa, 26 Februari 2019

Puisiku





PUISIKU

Sesak dada ini
Mirisnya hatiku
Kalimat demi kalimat
Ku simak dengan seksama

Haruskah aku membencimu
Haruskah aku memakimu
Bahkan, haruskah
Aku menghujatmu!

Aku tak tega ...
Ada rasa marah
Yang membuncah
Reda karena fakta sejarah

Apapun dia
Telah banyak mengukir
Peradaban di persada ini
Bapak Pembangunan telah disematkan

Kesalahan di masa silam
Menjadikan fakta sejarah
Yang tak terlupakan
Kesalahan di masa silam
Tlah ia pertanggung jawabkan

#Readingchallangeodop
#ROC
# Tantangan3
#Level3
# Puisi

Colek

*Yuly
* Kartika
*Winarto sabdo
*zen
*Mutia
*Dee
*Lisa Pinnge
*Betty
*Yeti Noor Yeti
*Fatin
*wali





Minggu, 24 Februari 2019

Pendapat tentang buku sejarah yang dibaca



     Buku Tempo Edisi Khusus Soeharto

Siapapun presiden di republik ini adalah putra-putri terbaik bangsa, yang patut kita banggakan dan kita beri apresiasi. Meski acap kali, kepemimpinan dan kebijakkannya, sebagian ada yang tidak berpihak kepada rakyat. Dan suatu keniscayaan bila seorang pemimimpin, masih ada saja kebijakan politiknya yang pro dan kontra yang dirasakan masyarakat Indonesia. Apalagi Indonesia merupakan negara yang besar. Kita legowo toh semua yang mereka lakukan pasti ada konsekwensinya.

Kita bisa mengambil hikmah, dari setiap peristiwa di masa lampau atau yang telah terjadi. Yang baik kita teruskan dan kita perjuangkan. Begitu pula kebijakan yang tidak sesuai dengan konstitusi, kita wajib diskusikan, kita bisa banding  dan mempunyai hak, untuk mengajukan banding, di Mahkamah Konstitusi.

Zaman era Soeharto, di buku Tempo Edisi Khusus Soeharto, aku membacanya terbawa alur yang ditulisnya hingga membuat miris dan menyesakkan dada. Aku mengalaminya di zaman itu, tapi cuma Sebatas berita- berita yang tersiar di televisi saja. Dan menurutku, semua media baik cetak ataupun media elektronik, menyuguhkan berita tergantung dengan misi dan kepetingan Owner-nya. Jadi bagiku tidaklah heran. Di zaman now, sering kali buku-buku yang terbit pun kadang tidak berimbang menyajikan sebuah karya tulisnya. Seperti buku yang saat ini aku baca. Ia hanya bercerita tentang kejelekan Soeharto, baik dalam segi politik, hukum dan ekonomi. Padahal kita semua juga tau, pemerintahan di-era Soeharto juga banyak nilai positifnya.

Kadang disuatu masa pemerintahan, memang harus mempunyai sikap tegas, berwibawa dan melindungi kedaulatan bangsa dan negaranya. Menurutku, kenapa sebuah negara diberikan pemimpin yang diktator, menurut buku ini, karena zaman pemerintahan Orde Baru adalah zaman peralihan pemerintahan Soekarno ke tangan Soeharto dan itu yang melatarbelakanginya adalah peristiwa pemberontakan G. 30S/PKI. Apa yang terjadi bila Soeharto dalam kebijakannya tidak tegas? Wallahua'lam

Jangan coba-coba berlindung di balik HAM. Bangsa ini sudah cerdas, rakyat sudah jenuh dengan mengulik peristiwa silam. Lebih baik kita menatap masa depan yang cerah, yang penuh pencerahan. Kita berjihat melalui politik, agar peristiwa di masa silam yang merugikan bangsa dan negara tidak terulang kembali.

** Kita tidak bijaksana dengan
     kebijaksanaan orang lain
     Tapi kita bisa berpengetahuan
     dengan pengetahuan orang lain.

     (Michel Eyquen de Montaigne essaysit
     dan filsuf dari Perancis 1533-1592).

#ReadingChallangeOdop
#Level3Tantangan2
#RCO
#OneDayOnePost