Jumat, 19 Oktober 2018
KOTA RAMAH ANAK
KOTA RAMAH ANAK
Oleh : Nurul Hidayah
Majalah Walida, lembar demi lembar kubaca malam ini, untuk mengisi waktu luangku. Aku baca dan aku cari-cari siapa tau ada yang menarik, untuk berbagi di tulisanku nanti.
Syukurlah aku temukan yang menurutku bagus untuk berbagi, walau di kota-kota sudah sering juga kutemui. Tidak mengapakan, bila ku tuliskan kembali?
City Park & Village Park
Paradikma "kota ramah anak" sebagai kawasan tempat tinggal yang menghargai hak-hak anak, khususnya hak yang mengenai kenyamanan lingkungan tempat tinggal mereka, baik pada kalangan masyarakat kota maupun di pedesaan.
Salah satu Indikator sebuah kota dikatagorikan sebagai kota ramah anak adalah kota atau desa yang memiliki ketersediaan sarana/fasilitas. Bagi pemenuhan hak-hak untuk beraktifitas seperti bermain, berolah raga, berkreasi, beraspirasi, berinovasi sesuai dengan bakat/minat serta kebutuhan usia anak mulai dari usia balita, masa pra remaja, hingga masa remaja.
Adanya sarana dan prasarana tersebut dikenal dengan nama taman kota (city park) atau taman desa (village park). Kehadiran city park maupun village park menggambarkan
adanya apresiasi oleh pemangku kebijakan terhadap pemenuhan hak anak tanpa membedakan golongan, ras, suku, dan agama yang dianut anak dan keluarganya.
Anak-anak memiliki hak untuk tumbuh kembang dengan baik di lingkungan yang aman, pada ranah kognitif, afektif dan psikomotoriknya dan orang dewasa memiliki peran yang penting bagi asah, asih, agar kinerja fisikal, mental, spiritual, sasial, emosional mereka semakin mandiri dan kuat menghadapi terpaan gelombang kehidupan serta tantangan zaman yang tidak dibatasi oleh sekat, ruang dan waktu.
Semoga bermanfaat berbagi itu indah.
#onedayonepost
#ODOP_6
Rabu, 17 Oktober 2018
KETERBATASAN
KETERBATASAN
Oleh : Nurul HIdayah
Mata ini sudah tidak sanggup lagi bertahan padahal ingin sekali aku melihat acara disebuah stasiun televisi yang aku suka " ILC" tapi seolah malah aku terasa di buai dan semakin nikmat saja, sambil tiduran dan akhirnya terlelap juga.
Aku sebenarnya sudah terbiasa tidur hingga larut malam, tapi tidak untuk malam ini padahal semestinya aku ikut bedah tulisan juga di Pulau Bunginku, itupun tinggal kenginan saja tanpa terealisasikan.
Rasa kantuk yang menyerangku hingga semua rencanaku buyar tanpa ada satu pun yang bisa aku lakukan, menulis pun juga belum, pada hal rencanaku ingin membuat cerita untuk tantangan yang ke 6. Tapi tidak apalah meski gagal rencanaku semula aku harus tetap menulis supaya aku tidak banyak tanggungan untuk membayarnya.
Tengah malam aku terjaga Syukurlah Yaa Alloh Engkau telah bangunkan aku kembali, aku bisa menulis untuk tanggunganku dihari kemarin dan juga aku bisa tunaikan Sholat Tahajud di sepertiga malamku.
Dalam kesulitan ada kemudahan yang menyertainya. Hidup itu adalah pilihan sukses, bahagia sedih adalah takdir. Serumit apapun problema yang aku alami selalu aku serahkan dan aku pintakan solusianya pada Yang Maha Kuasa, apapun hasilnya aku harus ridho karena itu sudah kehendak-Nya.
#onedayonepost
#ODOP_6
SAYEMBARA
SAYEMBARA
Oleh : Nurul Hidayah
Di sebuah kerajaan yang indah dan megah di sana terdapat ratu yang sangat rupawan dan parasnya yang cantik elok di pandang juga sangat adil dan bijaksana dalam memimpin kerajaannya. Dia adalah Ratu Lebah yang di segani oleh rakyatnya
Suatu hari Sang Ratu mengadakan sayembara, karena hartanya yang di kumpulkan oleh bebera kelompok rakyatnya raip ditengah perjalanan pulang. Sayembara itu berbunyi, " Barang siapa yang menemukan harta kami yang telah hilang akan aku kasih Imbalan yang setimpal, kalu jantan akan aku kasih kedudukan dan kalau bwtina akan ku nikahkan dengan Pangeranku."
Berita sanyembara sudah tersebar dimana-mana seantero jagat raya sudah mengerti bila Sang Ratu kehilangan hartanya, yaitu pundi-pundi yang sikumpulkan dari beberapa utsannya yanh raib entah kemana.
Di seberang hutan ada seekor lebah mungil, yang sedang bersedih hati karena ia kehilangan keluarganya, ia terbang kesana-kemari mencari orang tuanya dan saudara-saudaranya. Tapi sia-sia saja, ia sering meneteskan airmata karena tidak menemukan siapa pun di sana.
Ia sangat merasa kehilangan dan juga merasa takut dalam kesendirianya, setelang berkeliling hingga jauh ia pulang menengok rumahnya, dalam hatinya siapa tau ada salah satu keluarganya.
Lebah mungil bertambah sedih melihat rumahnya musnah karena terjadi kebakaran dan tak satu pun keluarganya yang tersisa. Ia sering teringat masa-masa indah bersama induknya berburu bunga-bunga yang cantik di sekitar lembah disana, kini ia tinggal di tepi hutan sebatangkara.
Pagi itu, hatinya gundah ia tak tau harus berbuat apa. Ia lalu terbang untuk kesekian kalinya, harapan mencari keluarganya telah pupus. Lebah mungil bertekat untuk merantau di seberang hutan, ia lalu terbang dan sesekali ia hinggap di mahkota bunga sekedar melepas dahaga.
Siang yang sangat panas, ia diam untuk berteduh. Tiba-tiba sorot matanya mengamati beberapa pundi-pundi yang berserakan di dekatnya, karena ia masih kecil ia pun berniat untuk mencari bantuan agar pundi-pundi itu bisa terselamatkan.
Betapa bahagianya setelah dia bertemu dengan segerombolan lebah-lebah dewasa yang sedang serius mengadakan sidang. Ia sebenarnya takut kedatangannya akan mengganggu jalannya sidang itu. Lebah mungin cuma diam tak berani bicara.
"Hai lebah mungil tampan, sedang apa kamu disini?" tanya Pangeran.
"Maaf .... sekali lagi aku minta maaf," lebah mungil ketakutan.
"Jangan takut, siapa namamu?"
"Namaku byby, aku dari hutan diseberang sana sangat jauh sekali," Byby memelas.
"Lalu kenapa kau tersesatkah?"
"Tidak, aku tidak tersesat, aku hanya ingin memberitau kalau tadi aku menemukan pundi-pundi disana, tapi aku tidak bisa membawanya," jawab byby sambil menunduk.
Pangeran pun gembira dan memberitahukan kepada para lebah dewasa yg sedang bersidang, kalau pundi-pundi yang selama ini dicarinya telah ditemukan oleh Byby mungil. Akhirnya byby pun menunjukkan jalan dan tempat dimana pundi-pundi itu berada.
Akhirnya berita itu tersebar di istana Ratu lebah yang bijaksana, Ratu sangat bahagia mendengarnya karena isi pundi-pundi itu nektar yang sangat ampuh kasiatnya dan diperebutkan oleh prajuritnya dari musuh yang ingin merampasnya, akhirnya barang itu terlembar jauh dan tak bisa ditemukanya.
Byby yang sebatangkara akhirnya diterima sebagai Pangeran penyelamat oleh Sang Ratu.
#tantanganODOP ke 6
#onedayonepost
#ODOP_6
Senin, 15 Oktober 2018
Kala Sendiri
Kala Sendiri
Oleh : Nurul Hidayah
Saat senja mulai tiba, aku tertegun sendiri menikmati angkasa berhias rona jingga yang terhampar luas di maya pada.
Indah dalam kesunyian, menjemput datangnya malam menanti munculnya Dewi Rembulan. Ku dengar
lantunan merdu suaramu membacakan ayat-ayat suci, menambah sejuknya suasana hati.
Aku terpukau, aku tersentuh setelah mendengar dan menterjemahkanya. Betapa sempurnanya Kalimah-Mu, siapa pun akan tergetar, apalagi bagi jiwa-jiwa yang penuh Iman dan Ketaqwaan.
Rasa ini penuh Syukur Engkau Anugerahkan suasana yang selalu mengingatkan aku untuk terus berjalan membawakan amanah yang Engkau berikan Kini semakin berat amanah itu, semoga Engkau curahkan Keberkahan di sepanjang jalan meniti Kemuliaan yang Engkau ajarkan.
Malam pun kian larut, keheningan pun merayap, cecaran suara jengkerik memekakan telinga .... tiada henti dan kou terus bersuara, apakah kau bahagia? ataukah lantunan dzikirmu untuk Sang Pencipta? tapi yang aku tau
makhluk sepertimu juga bertasbih memuji Sang Khalik sebagai rasa syukur dan penghambaannya pada Yang Maha Kuasa.
#onedayonepost
#ODOP_6
Minggu, 14 Oktober 2018
PANGGILAN HATI
PANGGILAN HATI
Oleh : Nurul Hidayah
Pagi itu, setelah kami mendirikan sholat shubuh berjamah di Masjid, aku dan suami bersepakat untuk menghadiri pengajian yang bertempat di Tulung Agung kota kelahiranku.
Biasanya aku hanya memilih salah satu saja, kalau tidak bisa datang pengajian di Trenggalek aku usahakan untuk datang dan bergabung pengajian Ahad pagi di Tulung Agung, sebab aku tak ingin sampai kehilangan Ilmu yang mestinya harus aku dapat karena aku sangat suka sekali dari sosok beliau yang kalau berda'wah mudah di cerna.
Beliau bernama Dra Hj Rukmini Ketua Majlis Tableg PWA Jatim.
Secara etimologis dakwah berasal dari Bahasa Arab yang berarti "panggilan", "ajakan" atau "seruan".
Hadist Rasulullah Saw.
"Dari Sahabad Abu Hurairah r.a., Rasululloh Saw bersabda, "Barang siapa mengajak kepada petunjuk, ia berhak mendapat pahala seperti pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun dan barang siapa yang mengajak kepada kesesatan, ia berhak mendapat dosa seperti dosa-dosa orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun."
(HR Muslim)
Sedangkan tabligh merupakan bagian dakwah yang lebih bersifat bil- lisan (ceramah) atau audio-visual.
Muslimah dalam kegiatan di ranah publik dalam dakwah perlu dicermati secara komprehenship.
Pemahaman seperti ini menjadi penting agar tidak berkesan bahwa peran Muslimah hanya di rumah, sekedar "konco wingking", tiga M (masak,manak,macak) untuk menyenangkan suami melaksanakan ibadah mahdhoh semata seperti shalat, puasa, haji.
Ide dan nilai-nilai dasar dakwah Aisyiyah yang mencerahkan meliputi:
1. Visi: Islam berkemajuan.
Sebagaimana yang di rumuskan
berdasarkan pada QS Ar-Rum: 30
dan As-Syura: 13.
Peran Mulimah di dalamnya adalah terjanin kerja sama, saling mengisi sesuai dengan peren masing- masing yang sesuai syariat. Gambaran ini sebagaimana Firman Alloh dalam QS At-Taubah: 71
"Dan orang laki-laki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain.Mereka menyuruh (mengerjakan) yang makruf, mencegah dari dari yang mungkar mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Alloh dan Rasul-Nya.Mereka itu akan di beri rahmat oleh Alloh, sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana".
2. Misi: Gerakan dakwah yang
mencerahkan, sebagai contoh:
a. Pembebasan: buta huruf Alquran
b.Pemberdayaan: umat dakwah
dimotivasi untuk mengajarkan
kepada keluarga dan lingkungan.
c. Pemajuan: tidak sekadar bisa, dan
terampil mentilawahkan Alquran,
namun sekaligus memahami
kandungan nilai-nilainya
dan mengamalkannya.
3. Visi perempuan yang berkemajuan
merupakan gambaran kiprah
perempuan yang memiliki jiwa
pikiran dan mentalitas serta
tindakan yang maju, memiliki visi
kedepan ,yang tidak terbelenggu
dengan kesyirikan, adat dan tradisi,
berakhlaq mulia dan profesional,
yakni teguh sebagai istri, ibu dari
anak-anaknya dan tidak
meninggalkan perannya cerminan
dari Muslimah yang shalehah.
** Janganlah berhenti
beramal shalih
sebelum kakimu
menginjak syurga.
Wallahua'lamu bish-shawab.
OLEH-OLEH DARI KOTA NGANJUK
OLEH-OLEH DARI KOTA NGANJUK
Oleh : Nurul Hidayah
Hari ini adalah hari yang paling melelahkan karena sudah tiga hari sebelumnya aku ekstra sibuk mempersiapkan sosialisai keamanan pangan bagi ibu-ibu pelaku UKM yang aku dapatkan dari wilayah bertempat di Kota Nganjuk, di bulan september lalu.
Alkhamdulillah hari sabtu sudah terlaksana dengan lancar, karena dari wilayah di haruskan untuk seluruh daerah melaporkan kegiatan sosialisasi di ahad ke dua ini. Syukurlah dengan partisipasi ibu-ibu anggota UKM dan suport dari teman- teman pimpinan daerah, semuanya berjalan lancar tak ada kendala yang berarti.
Walaupun waktu itu cuma aku sendiri yang bisa menghadirinya, Ibu-ibu pimpinan yang lain pun juga bersidia membantu melancarkan demi untuk suksesnya kegiatan sosialisasi tersebut.
Dalam organisasi kami memakai istilah "TOT" (Training Of Trainer) otau dalam bahasa Indonesia adalah Pelatihan Untuk Pelatih. Definisi secara umum adalah pelatihan yang diperuntukan bagi orang yang diharapkan mampu mengajarkan materi pelatihan tersebut kepada orang lain.
Secara umum Training atau pelatih dapat didefinisikan sebagai proses pemindahan pengetahuan dan ketrampilan dari seseorang kepada orang lain sehingga orang lain tersebut menjadi cakap dalam pekerjaannya. Kegiatan tersebut tidak di batasi oleh lokasi ataupun formalitasnya, apabila terjadi suatu proses pemindahan pengetahuan atau ketrampilan kepada orang lain maka itu bisa dikatakan sebagai trainig.
#onedayonepost
#ODOP_6
Sabtu, 13 Oktober 2018
BINCANG KITA
BINCANG KITA
(bagian 2)
Oleh : Nurul Hidayah
"Sudahlah jangan buru-buru pulang, toh masih jam segini!" Mbak Tri mencoba menahanku dari tempat duduk
"Mbak lupa ya, aku tadi kan dah dari siang sekarang dah malam lho"
Jawabku.
Ya, apa boleh buat aku pun menurutinya. Kami pun melanjutkan perbincangan yang sempat terputus, karena permintaan pamitku tadi.
Hari ini ceritanya sangat menarik, yang tadinya cewek sama cewek dan cowok sama cowok aku minta izin untuk bergabung dengan cowok-cowok yang tak lain adalah suamiku dan suami mbak Tri sahabatku. Kami berempat sangat menikmati sekali dari mulai sekedar cerita masa-masa remaja hingga cerita tentang bencan di Palu bahkan membahas tentang kasus Ratna sarumpait. Memang akhir- akhir ini apa pun yang diangkat dan di beritakan media masa selalu terkait dengan politik karena sekarang masa-masa menjelang pilpres. Dimana-mana orang membicarakan calon-calon presiden dan wakilnya baik anak remaja hingga orang tua, dari yang sekedar obrolan biasa pasti bernuansa politik.
"waduh mbak, aku minta ma'af aku harus pulang sekarang dan lagi aku juga masih harus mengambil bener yang aku pesan dari tadi siang," Ucapku untuk meyakinkan mbak Tri agar aku di perbolehkan untuk pulang.
"Iya-Iya, kalau begitu mbak Nurul boleh pulang, O iya besuk ada acara apa mbak di Trenggalek?" tanya mbak Tri.
"Acara sosialisasi keamanan Pangan mbak, tapi aku pilih di kecamatan Suruh saja, karena disana anggota ormas kami banyak UKM nya apalagi rumahnya saling berdekatan membuatku mudah untuk menanganinya." jawabku sambil beranjak pamit.
Aku dan mb Tri sahabatku kalau sudah bertemu rasanya enggan berpisah sepertinya waktu sekian lama tidak cukup untuk untuk saling berbagi keseruan di kegiatan kami masing-masing, memang dalam mengabdi di Ormas harus punya visi dan misi yang jelas dan dalam pengapdian kta harus penuh tanggung jawab, penuh lkesabaran dan keikhlasan supaya kita tetap semangat dan melakukannya dengan hati yang gembira
Dalam sebuah hadist Rasulullah bersada, "Barang siapa yang senang di lapangkan jalan rizikinya dan di panjangkan ajalnya(di panjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung silaturahmi antar sesama". (RH Bukhari)
Langganan:
Postingan (Atom)






