Jumat, 30 November 2018

KESABARANMU KASIH


By : Nurul Hidayah

Kasih, kesabaranmu membuat lorong-
lorong hatiku yang dulunya gelap, pekat tanpa cahaya. Aku terpuruk meniti  jalan yang tak ku kehendaki. Cayaha yang kau berikan pudar ditengah pekatnya malam. Aku tersungkur jatuh, dan tak tau arah pulang.

Kasih, kesabaranmu menuntunku kembali membuka pelan netraku. Agar ku mampu menatap kembali keagungan-Nya. Rasa syukurku, menyatu bersama kesabaranmu. Kau tunjukkan lagi untaian mutiara yang hilang. Aku terkesima memandang gemerlap cahayanya. Rasanya bagai mimpi, kau peluk erat aku, menuju telaga cinta yang kita rindukan. Disana kau tunjukkan pelangi menghias semesta, aku tertegun dan mengharu biru, rona memerah diwajahku. Aku diam tertunduk tak terasa buliran air mataku deras jatuh membasahi wajahku.

Kasih, kesabaranmu membuat terang hatiku. Kau perlihatkan purnama yang bersinar terang, bertahta di singgasana bermandikan kerlingan bintang-bintang. Hatiku damai,  bisa melalui hariku yang suram. Kini aku tak lagi sendiri, mengarungi mayapada yang penuh misteri

Kasih, kesabaranmu membawaku memahami arti kehidupan, 'tuk selalu ikhtiar, berserah diri. Dan hanya kepada-Nya tempat bergantung dan tempat kembali.


#Prosa liris
#KelasFiksi
#ODOP_6
#onedayonepost

Rabu, 28 November 2018

CINTA ABADI 2



By :Nurul Hidayah

Aku tertegun, mengeja kembali liris yang kau tulis. Ku nikmati ungkapan sanubarimu, yang begitu syahdu mendayu. Ingin rasanya ku coba, dan terus mencoba hingga buncahan rinduku terpadu mengalir bersama mimpimu.
Kini hatiku berbunga, jiwaku melayang  Jauh menembus dunia maya. Aku mencarimu, mencari dan terus ku cari hingga di penghujung waktu.
Bersama cintamu. Bersama kasihmu, meniti senja dalam bayangan. Menepis sepi dalam penantian panjang.
Kasih, aku selalu ada untukmu. Dalam diamku sejuta lara tak mampu melenyapkan rinduku padamu. Ku ukir indah namumu, kau ukir indah namaku. Seindah mawar merah yang kau berikan, berseri mewangi memenuhi relung-relung kalbuku. Di tepian danau biru, yang kau janjikan, inginku rengkuh liris mutu manikam yang kau rangkaikan.


#prolis
#kelasfiksi
#onedayonepost
#ODOP_6








Selasa, 27 November 2018

CINTA ABADI





By :Nurul Hidayah

Ku tertegun, mengeja kembali liris yang

kau tulis. Ku nikmati ungkapan

sanubarimu yang begitu syahdu. Ingin

 rasanya ku baca dan terus kubaca hingga

 rinduku berpadu.


Kini hatiku berbunga, jiwaku melayang

 jauh menembus dunia maya. Aku

 mencarimu, mencari dan ku menunggu

 hingga diujung waktu.



Bersama cintamu, bersama kasihmu meniti

 senja dalam bayangan. Menepis sepi,

 dalam penantian.


Ku ukir indah namamu, seindah mawar

 ditaman hatiku, berseri, mewangi

 memenuhi relung kalbuku.



#TantanganProlis
#KlasFiksi
#ODOP_6
#onedayonepost



Minggu, 25 November 2018

KEPERGIANMU


                            KEPERGIANMU



Oleh : Nurul Hidayah



Tiada lagi canda dan cerita

Liku-liku pertemanan kita

Harus berakhir sampai

Disini ...


Aku hanya bisa bercengkrama

Bersama bayang semu hadirmu

Kini tak ada lagi puji dan cela

Antara kita ...


Hanya nyanyian pilu kusenandungkan

Menggelayut merambah dinginnya suasana

Hatiku semakin tersanyat

Melihat langit smakin pekat ...



Merengkuh rindu yang tersisa

Dalam kesunyian 

Lantunan bait doa 

Yang dapat ku sematkan



#TemaBebas
#KelasFiksi
#ODOP_6
#onedayonepost











REVIEW BUKU FREUNDE

   
              REVIEW BUKU FREUNDE
                    (Kumpulan Cerpen)


Oleh: Nurul Hidayah

Judul         : Preunde
Penulis      : Ony Day One Post
Penerbit    : Embrio Publisher
Cetakan     : 1 Juni 2O18
ISBN           : 978-602-51989-4-6
Halaman   :  275 hlm.
Genre         : Persahabatan.

Tentang Preunde,

"Ada rindu yang membekas, yakni rindu menulis lagi. Bagai mana tidak?  Setiap penulis saling berlomba menyajikan cerita yang begitu apik, mengalir, asyik, seru, nagih, dan enggak ngebosenin. Bahkan bikin aku iri untuk bisa berkarya sebagus  dan sebaik mereka. Oleh karena itu antologi ini bukan sekedar menghibur. More than it. Sangat menginspirasi dan pastinya memiliki pesan tersendiri. Akupun berharap, kelak , masing- masing cerita bisa berkembang menjadi satu buku. Semoga terwujud. Aamiin."

INTAN RAINY ORANGE, PENIKMAT BUKU
EDITOR GEMA INSANI PRESS.

Dalam buku ini, berisikan 21 kisah persahabatan yang di tulis apik, oleh para peserta One Day One Post. Kumpulan cerita pendek fiksi yang bertemakan persahabatan.

Berbagai karakter sang penulis dapat kita nikmati dengan suguhannya yang khas. Yang membuat para pembaca ingin terus menikmati karya-karyanya.

Manusia hanya bisa berharap, tetapi takdir kehidupan hanyalah Hyang Jagad Nata yang bisa menentukan. Sayyid Ali Rahmad telah berjanji kepada sahabatnya, Sabda Palon, akan menjadi garda Majapahit. tetapi takdir juga yang mengubur janji itu. (halaman 22)

Begitu pasangan itu keluar dari Balai Adat, Mak Indung menggenggam tangan Mega dan merangkulnya. Ia biarkan perempuan muda itu menumpahkan tangis di pundaknya. Jauh sebelum mengurus hidup si Penganten Bulan, tugas pertama sorang Mak Indung adalah menjadi sekutu bagi  calon ibu. (170)

Kisah legenda yang aku suka, ceritanya yang klasik. Dan bisa menambah khasanah budaya sastra.

Anak raja hutan itu mengangguk kemudian menjilat tangan Tarman, sebagai tanda pamit dan perpisahan. Dengan langakah kilat sahabatnya itupun menghilang dikegelapan malam hutan bukit Lelo. (halaman 184)

Bolehkah kubiarkan rindu terus tumbuh

Hingga jantung berdetak

Dan darah yang berdesir

Tersemat namamu (halaman  58)

"So sweet."
"Semua sudah diatur Tuhan. Termasuk kemunculan kalian berdua saat lounching 'Arti Hadirmu' tempo hari. (halaman 106)

Aku jatuh berantakan, berkeping-keping. Aku mati. Tak mampu lagi kurasakan kehidupan dalam tubuhku.
Perempuan itu terkejut, menatapku penuh kesedihan. Namun dia hanya terdiam.
Maafkan aku menghancurkan barang kesayanganmu. Biarlah dia hacur berkeping-keping itu lebih baik. Dari pada keluarga kita yang hancur berkeping-keping. Aku akan menjadi telinga yang pertama kautuju. Aku sayang kamu.
                      (halaman 255)

*Biarlah persahabatan ini abadi, tanpa
    ikatan  yang sewaktu-waktu bisa melukai
    hati. Aku tak pernah Ingin engkau pergi*
                       (halaman 73)

Rangkaian kata-kata indah. Menjelma cerita penuh cinta. Persahabatan yang engkau abadikan, lewat tarian penamu ...
Ingin aku berbaur mengikuti jejakmu.
"PREUNDE" My BEST FREND

#TugasReviewBuku
#KelasFiksi
#ODOP_6
#onedayonepost






Jumat, 23 November 2018

Review film


REVIEW FILM SANG PENCERAH

Oleh : Nurul Hidayah

Film Sang Pencerah

Sutradara: Hanung Brantio

Penulis: Hanung Bramantio

Produser: Raam Punjabi

Tanggal rilis: 8 September 2010

Film Sang Pencerah besutan Hanung  Bramantio. Yang bercerita tentang Darwis putra  Abu Bakar dari Kauman, Jogyakarta.
Bermula dari lahirnya seorang bayi laki-laki yang diberi nama Darwis, tumbuh remaja. Dia sering melihat tradisi/ budaya sesajen, yang dicampur adukkan dengan Agama Islam. Yang menurutnya dapat menyesatkan.

Darwis ( M. Ihsan) yang berusia 15 tahun, Berangkat ke Makah. Pak de-nya yang diperankan oleh Sujiwo tedjo, menyarankan, jika berangkat ke tanah suci, sebaiknya harus membawa perubahan untuk Kauman.

Sepulang dari Makah, Darwis (Lukman Sardi) berganti nama Ahmad Dahlan pemberian nama dari gurunya. Ia menikah dengan seorang gadis bernama Siti Walidah (Zaskia Adya Mecca).

Ahmad Dahdan sedih, sepulang dari tanah suci. Selama 5 tahun kampung Kauman ditinggalkan tetap saja budaya masyarakat yang kental dengan mistis, melaksanakan syariat agama Islam yang melenceng kearah yang sesat dan menyesatkan.

Perubahan pertama yang dilakukan Ahmad Dahlan ialah merubah arah kiblat. Yang selama ini tidak benar. Ia menggunakan kompas untuk menentukan arah kiblat. Selama ini masyarakat di sekitar Masjid Besar Kauman, sembahyangnya tidak kearah Ka'bah, melainkan ke arah Afrika.

Sang kyai cholil Kamaludiningrat (Slamet Raharjo)  tentu sangat marah dan naik pitam. Menganggap Ahmad Dahlan mengubah tradisi yang sudah dilaksanakan penduduk bertahun-tahun lamanya.

Melalui suraunya Ahmad Dahlan merintis, mengubah arah kiblat yang benar menghadap Ka'bah. Namun, penduduk menganggap Ahmad Dahdalan sudah mengajarkan aliran sesat, dan merusak keagungan Keraton dan Masjid Besar.

Selain arah kiblat, ia mulai menghimbau pada masyarakat Kauman, agar berdoa  kepada Allah, tidak perlu memakai perantara kyai atau pun dukun, dengan mempersembahkan sesajen. Ia mengatakan bahwa semua umat manusia, dapat berdoa langsung kepada Tuhan-nya. Namun, pada akhirnya Ahmad Dahlan di musuhi. Saat adegan trailler inilah, banyak penonton berlinangan air mata terbawa arus  kesedihan dan emosi yang sangat. Betapa tidak, surau Ahmad Dahlan dirobohkan beramai-ramai oleh penduduk setempat yang menetang perubahan. Ahmad Dahlan dituduh mengajarkan aliran sesat kepada masyarakat setempat.

Ahmad Dahlan sedih, dan sempat putus asa. Ia menginginkan untuk pindah dari Kauman. Tapi  Pak de-nya tidak rela dan menghentikannya bahkan berjanji akan membantunya untuk mendirikan surau lagi. Keluarga Ahmad Dahlan sangat membutuhkan pemikiran-pemikiran darinya, untuk masa depan Kauman.

Hanung Bramantio, selain mengusung kisah ini dengan adegan trailler. Ia juga berhasil menyuguhkan kisah Kyai Ahmad Dahlan yang cerdas ini dengan segar. Kepiawaian main biola, ditampilkan sangat inspiratif. Jazuli, salah satu murid kyai Ahmad Dahlan bertanya,

"Yang disebut agama itu apa kyai?"

Kyai tidak menjawab dengan definisi agama. Beliau malah mengambil biola lalu memainkan tembang Asmaradana yang indah dan membuat mereka terbuai.

"Apa yang kalian rasakan setelah mendengar musik tadi?" tanya Kyai pada para santrinya.

"Aku merasakan keindahan Kyai, kata Daniel.

"Seperti mimpi rasanya", kata Sangidu.

"Tentram, semua persoalan rasanya hilang." sambung Jazuli.

"Damai sekali." tambah Hisyam.

"Itulah Agama!" Kata Kyai sambil menatap muridnya.  "Orang beragama, hidupnya merasakan keindahan, rasa tentram dan damai".

Kyai lalu menyerahkan biolanya, kepada Hisyam dan menyuruh anak itu bermain. Hisyam menolak, karena ia tak dapat memainkan biola. Tapi Sang Kyai tetap menyuruh sebisanya. Maka terdengarlah suara kacau balau, menyakitkan telinga dan mengganggu orang sekitarnya.

"Nah, bagaimana dengan penampilan Hisyam tadi?" tanya Kyai pada santrinya

"Edan, berantakan," jawab Hisyam.

"Demikian juga agama", kata Kyai. "Jika kita tidak mempelajari dengan baik, agama itu hanya akan membuat diri sendiri dan lingkungan merasa terganggu".

Betapa sederhana dan cemerlang Kyai Dahlan menjelaskan pengertian Agama. Dengan lagu Asmaradana yang merdu, Kyai memberi pesan yang kuat. Bahwa, di tangan orang-orang yang memahami agama dengan baik dan mendalam. Maka, agama itu menjadi sesuatu yang indah, menentramkan, damai dan memberi solusi. Kyai berhasil mengubah definisi Agama yang abtrak dari para ilmuwan ahli kalam dan ahli fikih, menjadi konkret. Sederhana dan mudah difahami oleh para santrinya. Dan belajar agama itu butuh proses.

Kyai Dahlan juga dituduh sebagai Kyai Kafir. Hanya karena membuka sekolah, yang menempatkan muridnya duduk di kursi, seperti sekolah modern Belanda.
Ada adegan yang lucu. Disaat ada seorang Kyai yang datang dari Magelang. Kyai itu marah-marah, melihat kursi-kursi yang ada disekolah Ahmad Dahlan buatan orang kafir. Ahmad Dahlan bertanya pada Kyai tersebut,
"Dari Magelang naik apa Kyai?, atau jalan kaki?".
"Hanya orang bodoh, yang berjalan dari Magelang ke Jogjakarta ha ... ha ... ha" jawab Kyai mengejek.
Ahmad Dahlan menjawab, bukan kah kereta api itu juga buatan orang kafir (Belanda). Lalu Kyai itu cengar-cengir dan bergegas pulang.

Ahmad Dahlan pun, merubah penampilannya seperti orang Eropa dan kaum modern karena ia dituduh sebagai Kyai Kejawen. Tapi tuduhan itu tak membuatnya surut. Ahmad Dahlan menyadarkan, bahwa Islam itu tidak hanya berkutat tentang  tauhid saja. Tapi juga mampu memperbaiki kesejahteraan melalui pendidikan.


Berbagai rintangan harus dilewati Ahmad Dahlan. Mulai dari Masjid Besar Kauman tempat ia mengajar, dirobohkan dan dihancurkan massa, dan harus rela  dianggap sebagai kyai kejawen, karena kedekatannya dengan para priyayi di Budi Utomo. Namun, Ahmad Dahlan tetap berjiwa besar dan sabar. Ia bersama Istri  Siti Walidah dan lima murid istimewanya sudja (Giring Ganesha), Sangidu (Ricky Perdana), Fahrudin (Mario Irwansyah), Hisyam (Dennis Adhiswara) dan Dirjo ( Abdurrahman Arif).  Mereka kemudian berjuang  untuk membentuk sebuah organisasi yang bernama "Muhammadiyah" artinya umat Nabi Muhammad. Dan bertujuan untuk mengajak umat Islam, agar tidak terbelakang dan mampu  menjawab tantangan  perkembangan zaman.

Kyai Ahmad Dahlan sukses, menyampaikan dakwahnya. Pesan penting dari inti Surah Al- Ma'un, yang menjadi gerakan dalam mengelola sebuah masyarakat yang mengalami kemiskinan dan kesengsaraan untuk memperoleh kesejahteraan sekaligus kesehatan.

Film yang sangat bagus dengan berdurasi 120 menit, mampu memberikan Ghiroh, bagi kita di masa kini dan di masa mendatang. Terlebih melihah situasi saat ini yang sering terjadinya konflik antar kelompok ormas. Film ini bisa menjadi guru buat kita semua. Film ini bukan hanya  di suguhkan untuk warga Muhammadiyah saja  tapi untuk seluruh masyarakat, yang mau menjalankan  agama Islam yang sebenar-benarnya, dengan hati dan belajar menghargai perbedaan.


#TugasReviewFilm
#KelasFiksi
#ODOP6
#onedayonepost






Rabu, 21 November 2018

Review Cerpen


*REVIEW CERPEN LAKON HIDUP*

Oleh : Nurul Hidayah

Judul : Gadis itu tak suka Hari Minggu

Karya : Umi Rahayu

Dipublikasikan : Suara Merdeka
                               11 November 2018.

Alamat Link : https://lakonhidup.com/2018/11/11


Review cerpen berdasarkan unsur-unsur intrinsik fiksi, beserta kekurangan dan kelebihannya.

1. TEMA:

    Kisah gadis kecil, berumur sepuluh tahun
    yang sangat pendiam.

2. TOKOH:
 
    Ana, Ayah dan Ibu Ana.

3. PENOKOHAN:

    Penokohan dalam cerita ini sangat kuat. 
    Ana, seorang gadis kecil yang sangat
    Pendiam. Bahkan tak sepatah kata pun
    terucap, ia hanya membaca berkali-kali
    buku "Pinokio" di dalam kamar.
    Ayah, Ibunya bersyukur. Ana yang  tidak
    merepotkan, dan mereka bisa bekerja.

4. ALUR:

    Alurnya runtut. Dari pengenalan,
    Permunculan masalah, hingga
    Penyelesaiannya.
    Pengenalan tokoh-tokoh yang ada di
    cerita ini, hingga kesibukan orang tua
    Ana, di ceritakan hingga detail.

5. LATAR:

    Latarnya sangat jelas, pemaparannya.
    Dari latar waktu. Disitu ditulis detail
    Hingga jamnya pun di tuliskan.
    Latar tempat. Ana yang hanya berdiam di
    Kamar yang sangat sempit, teman-
    temanya yg beemain ditalah lapang.
    Ayah yang menata kue di teras.
    Membuat cerita itu lebih hidup.

6. GAYA BAHASA:

    Pemilihan diksi yang pas. Bahasanya
    yang sederhana dan mudah difahami.

7. SUDUT PANDANG:

   Orang ke tiga. Cerita ini lebih pada cerita
   fiktif. Bukan cerita dari pengalaman
   pribadi penulis.

8. AMANAT:
 
    Seorang anak yang sangat pendiam.
    Hobi yang positif dari Ana. Ia suka
    membaca karena dengan membaca Ana
    bisa mengalihkan perhatiannya. Yang
    semula pada hari minggu, tak punya
    harapan, dengan membaca ia bisa lalaui
    hari minggunya.

** KELEBIHAN
 
    Kelebihan dari cerita ini alurnya yang
    Pas, tidak muter-muter. Dan pemilihan
    diksinya mudah difahami.

** KEKURANGANNYA

    Kekurangan dari cerita ini, kenapa Ana
    hanya diam di kamar membaca buku.
    Apakah Ana dilarang keluar, oleh orang
    tuanya?. Atau kah Ana cacat sehingga
    Ia cuma diam membaca, di kamar yang
    sempit. Menurutku, konfliknya kurang
    greget.
   

                             - oo0oo -


#TugasReviewCeepen
#Kelasfiksi
#onedayonepost
#ODOP_6