Sabtu, 06 Oktober 2018
MALAM KU
MALAM KU
Oleh : Nurul Hidayah
~ Malamku Yang hening
Merajut indah
Membuai menggapai
Impianku
~ Ingin ku pejamkan mata ini
Tapi aku tak mampu
Malam serasa sayang
terlewati tanpa makna
~ Ku Ambil gawaiku
ku susun kata terindah
ku hamparkan
Agar pagiku tanpa cela
~ Di sini penantian ku
Menjemput mu
Tak sabar rasa hati
menunggu waktu
~ Semoga esok pelagi menjelma
Bersama embun
Yang menghias
Tiap mahkota bunga
~ Senyum mu
Tatapan lembut mu
Kasih mu
Selalu menghias sepanjang hidupku
#onedayonepost
#ODOP_6
KENANGAN PILU
KENANGAN PILU
Oleh : Nurul Hidayah
( bagian 3)
Hatiku sangat gelisah mengingat Ibu berbaring sendirian, tanpa boleh kami dampingi. Aku tidak bisa tidur dan fikiranku carut marut tidak karuan.
Pagi itu pukul 03.00 WIB semestinya dokter atau perawat memberitau kami tentang keadaan Ibuku, tetapi dari malam pukul 20.00 WIB sampai pagi itu tak ada kabar beritanya. Hatiku pun serasa teriris-iris melihat beberapa jenazah lalu-lalang di malam hingga pagi itu ... aku hanya bisa berdo'a smoga Ibuku bisa sembuh kembali.
Lagi-lagi suara burung itu datang seakan diatas kepalaku dan memekakan telinga karena sepertinya sangat dekat sekali, aku merasa hatiku seakan ada sesuatu yang mengkhawatirkan satu-persatu saudarku aku bangunkan, dan aku katakan kalau hatiku tidak enak rasanya seperti ada firasat yang membuat aku tergerak untuk mendekat di pintu ruangan Ibu.
Saat itu pula kami semua merapat, dan tidak berapa lama gawaiku berbunyi ternyata anakku yang dari Banyuwangi mengabarkan kalau sudah sampai di Tulung Agung, mereka ingin sekali bertemu neneknya dan menjenguknya di rumah sakit. Ayahnya pun minta izin padaku untuk menjemputnya.
Selang beberapa menit ada panggilan untuk keluarga Ibu Siti 'aisyah tak lain adalah nama Ibu ...akupun memberitau saudaraku dan kamipun lari masuk ke ruang rawat Ibu ... dan perawatpun menganjurkan untuk masuk satu- persatu.
tapi apa yang terjadi ... panggilan itu adalah kabar duka karena dokter menyampaikan bahwa mereka sudah berusaha semaksimal mungkin dan nyawa Ibu tidak bisa tertolong ... hatiku serasa tersambar, Astagfirulloh ... Innalillahi wa innailaihi rojiun air mataku sudah deras tak terbendung, Ibu begitu cepat engkau kembali, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya.
Kami semua berkabung, dan rasanya andai waktu bisa berputar kembali ... adikku menangis menyesali kenapa tadi pagi membawa Ibu ke dokter bukanya langsung saja ke rumah sakit hingga Ibu jadi tak sadarkan diri dan akhirnya Ibu tiada. Rasa sesal dan tak berdaya hanya do'a buat Ibu juga air mata yang selalu deras bercucuran kami menunggu jenazah Ibu ...
Yaa Alloh ... itu semua sudah takdir Mu, kami hanyalah hamba Mu, yang selalu berharap kemurahan dan kasih sayang Mu. Semoga yang terbaik Untuk Ibuku, semoga Ibu khusnul khotimah diampuni kesalahan Ibu, dan diterima amal ibadah Ibu. Semoga Alloh mengangkat derajad Ibu ... bersama golongan orang-orang yang shaleh Aamiin ...
Akhirnya setelah semuanya selesai dan Ibu sudah dikirim ke ruang jenazah kami pun mengambil Ibu dan membawanya pulang bersama mobil jenazah dari rumah sakit. Sesampai dirumah linangan air mata dr cucunya jg saudara dan para pelayatpun menghiasi wajahnya. Rasa terkejut dan duka yang mendalam yang dirasakan, setelah dimandikan dan dikafani Jenazah Ibu di pindak ke Masjid banyak dari pelayat yang mensholatkan jenazahnya apalagi seluruh siswa MIM juga turut bersama berjajar rasanya pagi itu sangat terharu sekali.
Kini tinggal kenangan manis yang sering terlintas, semoga Ibu tenang disana ... Anak cucumu yang selalu mendo'akanmu Ibu Robbiqfirli waliwalidaya warkhamhumma kama Robbayani Syaghira.
#onedayonepost
# ODOP_ 6
Jumat, 05 Oktober 2018
KENANGAN PILU
KENANGAN PILU
(bagian 2)
Ibu mertuaku, sangat senang sekali mengenang sosok suaminya. mungkin dikarenakan suaminya yang sangat sabar dan penuh kasih sayang atau karena faktor saudara dan atau bahkan kedua-duanya.
Cerita Ayah dan Ibu mertuaku memang Unig ... akupun baru tau setelah menjadi menantunya beberapa bulan. Ibu sering mengenang kebaikan dan keseruan semasa hidup bersama Ayah. Ibu mertuaku sangat senang mengingat dan menceritakan kembali kenanganya bersama Ayah.
Ayah dan Ibu mertuaku masih punya ikatan saudara, ayah ternyata putra dari Bude Ibu mertuaku atau dengan kata lain masih kakak sepupunya, tapi karena saling jatuh cinta akhirnya mereka pun menikah.
Ayah mertuaku meninggal dunia karena terserang sakit tekanan darah tinggi, ia meninggal di usia yang masih muda dan hampir mirip dengan Ibu, riwayat sakitnya cuma sebentar dan itupun berada di rumah sakit, sontak membuat kaget keluarga, saudara dan teman-temanya.
Ibu pun juga begitu, pagi itu Ibu merasa badanya tidak nyaman dia ingin periksa ke dokter langgananya akhirnya adik yang rumahnya berdampingan dengan ibu mengantrikan dulu, ternyata dokter itu tidak buka praktek di karenakan sedang mendampingi ibunya ke Surabaya. kami berunding untuk mencarikan dokter akan tetapi Ibu minta dokter yg punya klinik rawat inap ....Ibu masih segar bugar bahkan bicaranya lantang dan juga berjalan menuju mobil ia pun tidak mau di bonceng cucunya karena merasa masih mampu. Dan tujuan awalnya cuma ingin periksa kadar gulanya.
Sesampai di dokter langsung ditangani dokternya juga ramah mengajak Ibu berbincang-bincang, Ibu juga menjawabnya dengan baik dan benar bahkan sesekali tersenyum menjawab pertanyaan dokter.
Dokter itu mengambil tindakan katanya memberi suntikan insulin kepada ibu, akhirnya setelah beberapa menit kemudian Ibu tak sadarkan diri. Dokter dan adik saya panik akhirnha Ibu dirujuk di rumah sakit pagi itu juga.
kami berbagi tugas adik mengantar
ke rumah sakit bersama mobil ambulan dan aku membawakan keperluan Ibu untuk rawat inap di rumah sakit.
kami semua sangat sedih mengapa ibu tiba-tiba tidak sadarkan diri, padahal sewaktu berangkatnya keliatan segar bugar. Dalam perjalanan aku bermohon kepada Alloh agar Ibu sadar kembali .... aku belum minta maaf pada Ibu mertuaku Yaa Alloh berilah aku kesempatan untuk meminta maaf dan merawatnya ... air mataku pun tak terbendung lagi tiba-tiba bercucuran mengingat Ibu yang tiba-tiba tidak sadarkan diri.
Setibanya di rumah sakit Ibu belom sadar dan di rawat di ruang ICU bahkan kami pun belum di perbolehkan untuk mendampinginya. Rasa khawatir dan rasa kasihan kami selalu bergejolak siang pun tiba hingga sore Ibu belum juga ada kabarnya, aku sudah beberapa kali bertanya kepada dokter, jawabanya sabar bu ... nanti kalau sudah ada perkembangan saya kasih tau.
Waktu itu pukul 17.15 WIB. Dokter memanggil kami dan mengabarkan Ibu bisa dijenguk karena sudah sadarkan diri, dan nanti sudah bisa di pindahkan diruangan lain.
Kami satu-persatu bergantian memberi do'a dan semangat agar Ibu lekas pulih kembali. Saat itu aku yang pertama masuk aku langsung mencium Ibu dan meminta ma'af seperti Do'aku sewaktu perjalananku tadi, aku sangat bersyukur Ibu telah sadar kembali. Perawat pun akhirnya mengajakku mengantar Ibu menuju ruang rawat yellow area bukanya green area. dalam hatiku tambah kacau kok pindah disini kataku dalam hati. Ibuku setelah sadar beberapa menit ia sudah tidak sadar lagi. Rupaya kondisi Ibu tidak bagus dan setelah kami antar masuk ruangan Ibu saat itu pula kondisi Ibu sangat memburuk dan memprihatinkan. Semua upaya dokter telah di lakukan, dan malam itu aku tidak bisa tidur hatiku gelisah.
Entah itu feeling atau cuma sekedar mitos malam itu burung terus-menerus berbunyi mengerikan, kata orang itu suara burung hantu. Setiap burung itu berbunyi saat itu ada pengumuman orang meninggal dunia.
Hatiku sangat gelisah melihat Ibu berbaring sendiri karena dari kami tidak boleh mendampinginya. hingga pagi aku tidak tidur dan selalu gelisah,,,
#onedayonepost
#ODOP_6
KENANGAN PILU
KENANGAN PILU
(bagian 1)
Oleh : Nurul Hidayah
Suara burung yang terbang lewat itu mengingatkan aku kembali, pada peristiwa dua tahun silam.
Ibu mertuaku, ia terserang penyakit gula darah. Tapi ibu selalu rutin untuk periksa ke dokter setiap merasa badanya tidak nyaman, atau pun di saat obatnya habis.
Syukurlah dokter yang menangani ibu rumahnya tidak jauh, bahkan masih di bilang tetangga. Jadi kalau ibu sedang mengeluh lebih gampang untuk mengantarkanya.
Pada suatu malam Ibu pernah tidak sadarkan diri, ia sudah pucat dan tidak bergerak saat itu .... cucunya menangis sejadi-jadinya dan menggoyang-goyangkan tubuh neneknya sambil memanggil namanya. Alkhamdulillah Ibu sadar dan kami pun mengantar Ibu ke dokter langganannya itu.
Ibu Mertuaku punya tiga orang anak semua sudah berumah tangga dan rumahnya pun saling berdekatan satu dengan yang lainnya. Jadi meskipun Ibu sendiri di rumah anak dan cucunya bisa datang menjengguknya, apalagi rumah adik berdampingan dengan rumah Ibu.
Maklumlah kadang orang tua kita pinginya tetap berada di rumahnya sendiri ia bisa nyaman dan kapan pun bisa istirahat, Ibu masih kuat untuk berjalan dan sholat pun masih mampu mengerjakannya, setelah mengerjakan sholat Ibu lanjutkan dengan membaca Al-Quran dan itu pun sudah menjadi kebiasaan Ibu di setiap harinya.
Sering merasa kangen karena Ibu mertua sosok yang Ceria ia sering bercerita tentang kenanganya sewaktu Ayah masih ada, dengan cerita itu cucunyapun yang masih kecil mempertanyakan keberadaan Kakeknya dan Ibu pun memberitau kalo Kakeknya rumahnya sudah pindah di gunung cilik (nama tempat pemakaman yg berada di lereng gunung)
Sontak cucunya yang masih kecil ingin tau rumah kakeknya dan bocah kecil itu pun merengek untuk minta di antar ke rumah kakeknya ... Ibu tertawa dan menjelaskan kepada cucunya yang masih kecil itu, kalau kakeknya sudah meninggal dunia dan di makamkan di sana. Cucunya itu tetap ngotot dan merajuk ingin sekali meluhat rumah kakeknya.
Akhirnya Ayahnyapun mengalah dan mengantarkan anaknya untuk melihat dan berkunjung di makam kakeknya.
Bocah kecil itu akhirnya mengerti dan faham kalau kakeknya sudah meninggal dunia dan rumah kakek tidak sama dengan rumah orang yang masih hidup. Rumah kakek tidak lain adalah makamnya.
#onedayonepost
#ODOP_6
Kamis, 04 Oktober 2018
BIDADARI SYURGA
BIDADARI SYURGA
Oleh : Nurul Hidayah
Beberapa hari ini, rasanya miris melihat dan mendengar berita-berita yang isinya sangat membuat tidak nyaman. Apalagi di saat terjadi bencana yang memilukan di Sulawesi Tengah.
Isinya saling fitnah, saling menghujat dan saling menjatuhkan antara kelompok satu dengan kelompok lainnya.
Aku yang biasanya sangat suka sekali dengan acara berita atau talk show kini mendadak jadi malas dan gak lagi berminat untuk menontonnya.
Jujur saja kalau berita tentang bencana alam di Palu, aku tidak tega melihatnya seperti mengingatkan aku sewaktu melihatnya tsunami yang melanda Aceh waktu itu, hanya air mata dan rasa duka yang mendalam ikut merasakan betapa pedihnya bencana yang melanda.
Aku coba untuk menggali info dari gawaiku, ada tulisan yang membuat tergerak hatiku untuk membacanya ... yaitu tragedi Palu yang salah satu korbanya santriwati yang bernama Deby.
Saat terjadinya gempa, Deby sedang berwudhu bersama dengan 8 orang santriwati lainnya. Deby melepas cadar dan jilbabnya ketika berwudhu, namun saat itu mendadak terjadi gempa yang besar. Teman-temannya panik dan langsung berusaha menarik Deby untuk buru-buru keluar. Namun Deby tidak mau keluar tanpa menutup auratnya.
Jika kamu seorang muslim mungkin sudah tak asing dengan beberapa tanda khusnul khotimah yaitu meninggal di hari jum'at. Deby juga meninggal dunia di hari jum'at, malah saat itu bertepatan dengan hari lahirnya, tepat di usianya 19 tahun. Seperti halnya Rasululloh SAW, beliau juga wafat saat hari kelahirnya.
Orang bilang manusia boleh punya cita-cita setinggi langit, namun saat dewasa impian berubah menjadi lebih ke duniawi, ada yang bercita-cita jadi direktur, dokter, polisi dan lain-lain. Namun impian Deby justru berbeda, ia berharap bisa jadi bidadari syurga. Dan sepertinya Alloh memang mengabulkan Do'anya. Ia meninggal ketika masih remaja. Kembali dengan tanda-tanda baik dari-Nya.
Dalam keadaan suci usai berwudhu dan dalam keadaan menjaga auratnya.
Masya Alloh ....
Mungkin terdengar seperti sinetron religi namun kisah Deby memang demikian. Dsmuchtar mengucap Alkhamdulillah ketika menemukan tubuh Deby. Hal itu karena tercium bau wangi semerbak dari tubuh, sebab tak semua orang beruntung bisa kembali dalam keadaan mulia.
Dari kisah Deby ada baiknya kita mulai belajar untuk memupuk cita-cita akherat juga. Bukan impian yang bersifat duniawi semata, karena sesumgguhmya hidup di dunia hanya sekejap saja. Sedangkan akherat sudah menantikan kita, semoga.kita kelak juga bisa kembali dalam keadaan khusnul khotimah Aamiin,,
#onedayonepost
#ODOP_6
Selasa, 02 Oktober 2018
JANGANLAH LUPA BAHAGIA
🍁 JANGANLAH LUPA BAHAGIA 🍁
Oleh : Nurul Hidayah
Siang ini rasanya sangat klop ...
panas, dan tidak bisa tidur siang apalagi mengingat masih punya tanggungan tulisan untuk ODOP.
Siang ini kusempatkan untuk menulis dan harus fokus. Kataku dalam hati untuk meyakinkan diri.
Syukurlah dibelakang rumah ada pepohonan yang rindang hingga angin pun semilir masuk ruang belakang rumah dan aku bisa fokus untuk menulis dengan nyaman.
Kadang aku merasa lelah dan kesulitan untuk membagi waktuku karena selain pekerjaan rumah yang menumpuk dan kegiatan di organisasi perempuan yang sering menyita waktuku.
Achhh .... ternyata aku masuk di jebakan good man, ingat bukan jebakan bad man lho !!!
Yaitu ODOP tersayan ....
Maklumlah aku masih sangat asing masuk dunia literasi. Rasanya seperti mengulang kembali belajar dan tak jarang aku mengerutkan dahiku untuk memahaminya.
Tapi syukurlah, aku orangnya suka sekali menulis. Apalagi masuk di dunia baru yang sama sekali belom pernah aku kenal selain di bangku sekolah dulu. Dunia Literasi yang di selenggarakan oleh ODOP.
Tak terasa satu bulan bersama ODOP dan juga teman-teman, semakin hari rasanya semakin sayang saja.
Bila punya hutang ke ODOP dan melihat Rekapan saudara PJ yang mencantumkan hati hitam di bawah namaku rasanya ingin menjerit ....
"Ohhh No"
Yachhh .... santai sajalah anggap saja lagi menyalurkan hobi yang terpendam, apalagi di komunitas ini pun dapat ilmu juga.
"Syukuri dan nikmati saja achh .... sesulit apapun kondisi kita, janganlah lupa bahagia.
Bismillah
" Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"
"Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan) tetaplah bekerja keras ( untuk urusan yang lain )
"Dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap" (QS. Asy-Syarh 94 : 6,7,8)
#onedayonepost
#ODOP_6
HAMPARAN BINTANG
** HAMPARAN BINTANG **
Oleh : Nurul Hidayah
Malam itu laksana Bintang jatuh bertaburan di kawasan pegunungan. Nampak berkelap-kelip indah nan jauh di sana.
Pukul 17.00 WIB. Acara pelatihan para legal baru saja selesai, kami berlima dari kabupaten Trenggalek.
Sambil menunggu kedatangan mobil yang menjemput kami .... ternyata sudah waktunya untuk Sholat Maghrib.
Suara adzan pun berkumandang dengan merdu, para jama'ah mulai bergegas memasuki Masjid yang berada di lokasi Kampus Muhammadiyah Ponorogo. Kampusnya Yang Megah juga penataan taman yang indah, membuat krasan dan nyaman bagi para penggiat yang mengikuti pelatihan disana.
Karena seriusnya materi yang kami terima dari pagi pukul 08.00 hingga tak terasa pukul 17.00 WIB. baru selesai. Syukurlah Masjidnya terletak tidak jauh dari DOME yang kami tempati.
Setelah semuanya selesai dan mobil yang menjemput pun telah tiba. Kami semua bergegas untuk masuk mobil dan mulailah perjalanan untuk pulang.
"Ibu-ibu kita nanti makan malam dulu ya?" Ibu Anin menawakan pada kami.
"Iya Bu siap" kami pun setuju dengan ajakan Ibu Anin.
Tidak lama kemudian kami pun menemukan warung nasi pecel pincuk.
yang berlokasi di pinggir jalan.
Akhirnya Bapak sopir yang tak lain adalah suami dari ibu Anin, menghentikan mobilnya tepat didepan warung Nasi Pecel pincuk.
"Kita makan disini ya Bu, tidak keberatankan?" Ucap Bu Anin.
"Tidak Bu, sudahlah disini pun gak apa-apa." jawab Ibu Cahyani.
Warung yang sederhana tapi rapi,dan juga bersih. Cara penyajian pun membuat kami senang apalagi minuman sinom hangat sebagai pilihan minumanya.Kami semua dengan lahabnya makan Nasi Pecel Pincuk yang bahan pincuknya dari anyaman bambu yang cantik.
"He .... he ... nasi pecelnya enak ya Bu?" sela Ibu Anin sambil menikmati makannya.
"Iya Bu benar, kok enak banget ya,
apa karena kita lapar atau karena pincuk bambunya yang cantik?" ucapku meledek.
Dan akhirnya ....
" Ha .... ha .... ha ...." kami semua tertawa riuh atas pertanyaan yang aku sampaikan.
Alkhamdulillah, sesi makan sudah selesai kami pun melaju untuk meninggalkan kota Ponorogo menuju kota Trenggalek.
Malam itu sangat indah, terutama aku sangat menikmati kota Ponorogo di malam hari. Apalagi sewaktu melewati jalan yang berkelok-kelok naik turun di pegunungan.
Subkhanalloh .... sangat indah sekali pemandangan alam yang di sinari samar rembulan. Bintang-bintang seakan berjatuhan dari langit yang tertata indah memancarkan cahayanya menghiasi pegunungan.
Ternyata sangat indah sekali pemukiman penduduk dengan sinar lampunya laksana bintang jatuh bertaburan menghiasi pegunungan.
#tantangan ke 4 fiksi
#onedayonepost
#ODOP_6
Langganan:
Postingan (Atom)







