Senin, 17 September 2018

PRAHARA CINTA



      PRAHARA CINTA
          ( bagian 1 )

Oleh : Nurul Hidayah

Suci dalam debu.
      Berawal dari kehidupan rumah tangga kami, yang masih belia. Ardi sosok suami yang sabar, pendiam dan sangat mincintai aku.
Aku  istri yang tangguh dan sangat menyayangi suamiku.

      Kami terlalu belia untuk mengarungi bahtera rumah tangga baik Ardi atau pun aku cuma modal sayang dan cinta tanpa terencana untuk bekal hidup bersama.
       Pernikahan kami dikaruniai sepasang putri cantik, lincah dan pintar juga sehat mereka bernama, Aini dan Rahma. Swaktu anak keduaku lahir,aku kewalahan untuk mengasuh kedua putriku, karna Aini masih terlalu kecil untuk mempunyai seorang adik.

      Akhirnya kami memutuskan membawa adik yg pendiam Atik namanya, waktu itu dia naik kelas 6 SD.
Rahma sangat terhibur dan bahagia, karena sekarang ada tante yang selalu
menemaninya bermain.
        Keluarga kecilku juga adik ikut di rumah orang tua suamiku, rumahnya besar halamannya sangat luas, tidak menjadikan masalah bila kami satu atap bersama mereka.

      Awal konflik rumah tanggaku karena Atik sudah menginjak remaja, dia sudah memasuki Sekolah Menengah Atas. Rupanya ada seorang tetangga dekat yang katanya menaruh hati pada Atik adikku, waktu itu setelah sholat Isaq berjama'ah dari masjid ibu mertua menghentikan langkahku.
    " Nurma berhentilah sebentar, ibu mau memberitaumu, hati-hati jaga adikmu karena dia sekarang sudah menginjak remaja"
     " Iya ibu, terima kasih telah mengingatkan ketidaktahuanku itu"
Ternyata dalam percakapan ku dengan ibu mertua didengar juga oleh Amir adik dari suamiku dia remaja yang gesit, tapi kadang sedikit keterlaluan karena sifat yang manja dan kekanak-kakanakan.

      " Jangan khawatir mbak, aku juga bisa ikut mengawasinya."
      " Iya terimakasih" jawabku mengharap juga bantuan darinya.

      Bak pepatah pagar makan tanaman, disuatu pagi ibu mertuaku mengejutkan aku dengan perkataannya yang membuat ku terperanjat dan malu. Ternyata Amir yang selama ini berkata ingin membantu mengawasi tapi malah sebaliknya, Amir malah terang-terangan mengakui pada ibunya kalau dia juga mencintai Atik adik ku.
ibu bilang kalo Amir ingin dikirim ke yogja untuk bekerja dan meneruskan kuliah disana.
   
      Aku merasa malu dan terpukul dengan kejadian itu, aku ingin adik ku saja yang pulang ke orang tuaku. Tapi ibu mertua melarangnya karana Amir mengancam ibunya, kalo Atik sampai pergi dari rumah dia akan pergi entah kemana dan tidak akan pulang, katanya
mulai peristiwa itu hubungan ku  dengan  ibu mertua kurang baik. Dia sering marah-marah tanpa sebab yang jelas dengan aku juga adikku.
   "  Yaa Alloh mengapa ujian ini terjadi menimpa keluargaku? " tangisan dan kesedihanku smakin menjadi , badan kurus sering kena imbas pada kesalahan yang tak pernah ku lakukan.

#onedayonepost
#ODOP_6


26 komentar:

  1. Permasalahan dalam rumah tangga memang selalu ada. Tak pernah basi dijadikan tema cerita

    BalasHapus
  2. suka tema keluarga gini.. Lanjut t=ya ^^

    BalasHapus
  3. Hiks...ni ga bisa rekues ending happy kah? kereeen

    BalasHapus
  4. Bagus namun endingnya kayak langsung klimaks :) padahal masih bersambung kan ya?

    BalasHapus